Kekhasan kain tapis Lampung terlihat dari pertemuan bentuk sarung, sulaman benang emas, dan pemakaiannya dalam berbagai kegiatan adat maupun kebudayaan. Kain ini merupakan kerajinan tradisional masyarakat Lampung berupa sarung atau sinjang yang diberi sulaman. [1]
LAMPUNG777: Apa yang Membuat Kain Tapis Lampung Begitu Khas?
Bahan dan teknik sulam membentuk cirinya
Kain tapis biasanya menggunakan benang katun dan benang emas. Benang katun menjadi bahan dasar, sedangkan benang emas digunakan untuk membuat ragam hias dengan sistem sulam. [1] Perbedaan peran kedua benang itu memberi petunjuk konkret untuk memahami susunan kainnya: ada bahan dasar dan ada hiasan yang dibentuk melalui sulaman.
Motif: ragam hias tanpa menebak simbol
Keterangan tentang tapis menyebut ragam hias, tetapi tidak merinci nama atau bentuk motif tertentu. Yang dapat dijelaskan dengan pasti adalah cara hias tersebut dibuat: benang emas disulam untuk membentuk ragam hias pada kain. [1] Dengan batas itu, motif tetap menjadi bagian penting pembahasan tanpa menambahkan tafsir simbolis yang tidak dijelaskan.
Pemakaian dari penghormatan leluhur hingga kegiatan masa kini
Pada awalnya, kain tapis diciptakan sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur. Seiring waktu, masyarakat Lampung menggunakannya untuk menghadiri acara adat. Kini, tapis juga dipakai oleh masyarakat Lampung maupun pendatang dalam upacara pernikahan, kegiatan resmi, dan kegiatan kebudayaan lainnya. [1]
Rangkaian pemakaian tersebut memberi konteks selain teknik dan bahan: tapis hadir sebagai kain bersulam yang dikenakan dalam berbagai peristiwa sosial. Membaca konteks pemakaiannya membantu menjelaskan mengapa tapis tidak hanya dipahami lewat ragam hias yang tampak, tetapi juga lewat tempatnya dalam kehidupan masyarakat. [1]
Tapis di antara kain dan unsur budaya Lampung
Tapis disebut sebagai salah satu dari tiga jenis kain khas Lampung, bersama kain sulam usus dan kain celugam. [1] Dalam paparan mengenai kebudayaan Lampung, tapis juga dicantumkan berdampingan dengan bahasa dan sastra, aksara, siger, seni tari, musik tradisional, sastra lisan, upacara adat, arsitektur, dan kuliner. [2]
Jadi, ciri tapis dapat dipahami melalui tiga hal yang saling melengkapi: bentuknya sebagai sarung bersulam, ragam hias benang emas yang dikerjakan dengan teknik sulam, dan konteks pemakaiannya. Bahan serta teknik menjelaskan bagaimana kain dihias; konteks pemakaian menempatkannya dalam tradisi masyarakat Lampung. [1]
Sumber
- [1] Wikipedia bahasa Indonesia — Kain tapis. https://id.wikipedia.org/w/index.php?oldid=29474708&title=Kain_tapis (diakses 2026-10-03).
- [2] Wikipedia bahasa Indonesia — Kebudayaan Lampung. https://id.wikipedia.org/w/index.php?oldid=29750468&title=Kebudayaan_Lampung (diakses 2026-10-03).